Rabu, 04 Juli 2012

Masalah waktu?!

"Tinggal masalah waktu!", 

Pernahkah mendengar kalimat seperti itu?


Kalau aku, ya, pernah. Sekarang yang jadi pikiranku -kalau cuma tinggal masalah waktu- kenapa ya, waktu tak pernah sadar-sadar juga kalau dia itu jadi masalah. hahaa. #ngaur.

Kenapa juga kita mesti berkata atau sekedar mendengar kalimat tadi. Apa kalimat tersebut luapan emosi dari kepasrahan atau semacam apa?. Mungkinkah disebabkan oleh rasa lelah yang amat sangat berat dan begitu lama akan penantian atau yang diharapkan tak muncul-muncul?. 

Ya, kurasa demikian.

Yang paling mengesalkan ketika kita sedang meminta kepastian dari seseorang tapi jawabannya hanya sebatas, "Ya, kita jalani saja dulu, (kepastiannya) tinggal masalah waktu saja". #KAMPRET.

Intinya buatku orang-orang yang berkata demikian bukanlah orang-orang yang berserah diri/pasrah dengan keadaan hari esok. Tetapi orang-orang yang penakut untuk memutuskan sesuatu dan lebih takut lagi mempertanggung jawabkannya. Karena masalah bukanlah pada waktu, tapi pada dirimu sendiri. Apa yang akan kau lakukan hari ini dan kemudian sebaiknya diputuskan dengan cermat dan cepat. Dengan begitu kalian tahu apa yang mesti kalian lakukan dan sadar diri bahwa kalian masih di jalur yang sesuai keinginan kalian.

Sekian untuk postingan kali ini.

Selamat pagi!.

Jakarta, 4 Juli 2012

Kamis, 28 Juni 2012

Pejalan Semu

Yah, barangkali dengan menulis sesuatu kita bisa melepaskan "suatu rasa sesak" di dada.

Lis, sudah kubilang berkali persimpangan memang begitu. Hanya untuk bertemu kemudian berlalu. Bukan untuk saling kenal bagi pejalan sial seperti kita.

"Kita cukup mengingat dan mencatat percakapan. Tak perlu menjumlah almenak mengukur jarak berapa lama dan panjang untuk pertemuan berikutnya".


Begitulah sebaik-baiknya yang bisa kita lakukan.

[Jakarta, 28 Juni 2012]